Iklan Atas

Pesona Pulau Flores


Flores adalah salah satu pulau terbesar di provinsi nusa tenggara timur (NTT), diidentikkan dengan tempat yang gersang, savana, dan panas. Bisa jadi itu sebabnya tidak banyak wisatawan lokal yang datang ke Flores, takut dengan cuaca yang panas dan ekstrem dan khawatir tidak banyak objek yang bisa dilihat. Padahal pulau ini indah. Termat indah. Rangkaian bukit savana berlatar langit biru jernih.

Rumput yang menyelimuti bukit berwarna cokelat kala musim panas dan berganti hijau begitu masuk musim hujan. Awan seakan berjarak hanya sedepa dari kepala. Lompat sedikit maka akan teraih. Pulau flores dibagi menjadi delapan kabupaten: yaitu manggarai barat atau yang lebih sering disebut dengan ibukota labuan bajo, manggarai (ruteng), manggarai timur (Borong), Nagekeo (mbay), ende, sikka, dan flores timur.


Dahulu kala sebelum kedatangan Portugis, masyarakat Flores punya nama sendiri untuk pulaunya. Orang garai menyebutnya Pulau Ular atau Naga yang Indah. Nama-nama itu lahir karena di pulau ini banyak dijumpai ular dari ukuran kecil hingga sebesar pohon kelapa. Jalan raya ke Flores selebar lima meter beraspal mulus, meliuk-liuk melintasi pantai dan bukit. Pohon randu dan pohon asam selalu ada di sepanjang tepi jalan tumbuh liar, pengendara harus terus waspada karena banyak hewan ternak yang sering kali suka tiba-tiba ada di tengah jalan.

Rumah-rumah di flores banyak yang berdinding kayu dan bambu. Di kota atap rumah terbuat dari seng, sedangkan di desa umunya terbuat dari ijuk. Hampir tidak ada rumah yang beratap genting tanah liat. Genting tanah liat tidak dijual di sini, tetapi harus di datangkan dari kota bali. Jadi, kalaupun ada rumah beratap genting tentulah pemiliknya sangat berkelonggaran secara ekonomi.

Salah satunya sebuah rumah megah di tepi jalan di Ruteng. Menurut ibu penunggu warung di seberangnya rumah itu dimiliki anggota DPRD Manggarai. Flores juga sedikit disebut-sebut dalam sejarah-sejarah Indonesia karena memang menjadi salah satu pulau yang sering di kunjungi oleh para penjajah. Salah satu yang paling terkenal adalah Ende di flores pernah menjadi salah satu tempat pembungan Presiden Soekarno pada zamannya.

Belum ada Komentar untuk "Pesona Pulau Flores"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel